Senin, 25 November 2019

Atasi Pengangguran, Disnaker Kota Banjar Siapkan Berbagai Program

Atasi Pengangguran

Salah satu permasalahan di Indonesia yang sulit untuk dihilangkan adalah, sulitnya mencari pekerjaan atau menjadi pengangguran. Kota Banjar pun tak luput dari penyebaran masalah pengangguran ini, sehingga Dinas Tenaga Kerja pun perlu memutar otak untuk mencari solusinya. Disnaker pun memunculkan berbagai program, yang berfokus untuk atasi pengangguran di Kota Banjar.
 
Upaya Disnaker Banjar dalam Pengentasan Pengangguran
Pengangguran memang adalah sebuah masalah yang tak junjung hentinya, apalagi saat ini lapangan kerja pun tidak bisa menyamai jumlah pencari pekerjaan di Indonesia. Tidak hanya dari jumlah lapangan kerja saja yang membuat pengangguran tetap merajalela, nyatanya faktor individunya pun cukup mempengaruhi kegagalan atau keterlambatan dalam mendapatkan pekerjaan. 
 
Melihat warga kota Banjar yang menganggur, tentu setiap Dinas Tenaga Kerja di kota ini perlu melakukan sesuatu. Hingga saat inipun, Disnaker kota Banjar terus berupaya untuk mengentas pengangguran. Sebagai dinas yang memiliki fokus serta tujuan untuk atasi pengangguran, Disnaker pun mempersiapkan berbagai program yang digulirkan. 
 
Dinak Tenaga Kerja pun melatih ribuan masyarakat, untuk memberikan kemampuan dan Sumber Daya Masyarakat (SDM) yang semakin meningkat. Disnaker pun berupaya utuk meningkatkan SDM masyarakat kota Banjar, serta mendorong Laju Pertumbuhan Ekonomi. Dengan pelatihan tersebut, diharapkan mampu menekan jumlah pengangguan di Kota Banjar. 
 
Tahun 2019 Kota Banjar Fokus Pada SDM
Merujuk pada artikel harapanrakyat.com, pada tahun 2018 lalu, Disnaker lebih fokus pada peningkatan SDM. Maka pada tahun 2019 mereka akan lebih difokuskan kepada SDM serta peningkatan LPE. Kedua program ini diperkirakan mampu menjadi sebuah solusi, untuk permasalahan mengatasi pengangguran di sekitar wilayah Kota Banjar. 
 
Dalam peningkatan SDM, Disnaker akan melaksanakan pelatihan setidaknya kepada skeitar 1000 orang. Pelatihan tersebut, akan dilakukan melalui Balai Latihan Kerja atau BLK. Program ini merupakan hasil MoU dengan BLK Bandung, dimaa anggaran dana untuk programnya pun berasal dari pusat. 
 
Dalam pelatihan di BLK, masyarakat akan dibekali berbagai keterampilan dan keahlian yang telah disediakan. Selanjutnya masyarakat hanya tinggal memilih, atau mendalami keterampilan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Beberapa keterampilan yang diberikan seperti menjahit, las, perbengkelan, rias pengantin, tata boga, dan keterampilan lainnya. 
 
Seluruh Pelatihan Diberikan Secara Gratis
Disnaker menekankan bahwa, para peserta yang mengikuti pelatihan tidak akan dikenakan biaya apapun. Bahkan selain dibekali dengan pengetahuan, para peserta pun akan diberikan pengganti transport. Dari pelatihan tersebut, nantinya para peserta akan diarahkan untuk bekerja di beberapa bisnis usaha yang ada di Banjar. 
 
Ilmu yang didapatkan ini, bisa dikembangkan sendiri sehingga dapat mengatasi pengangguran. Mereka dapat membuat bisnis sendiri, ataupun diarahkan pada beberapa perusahaan seperti disalurkan pada perusahaan konveksi bagi mereka yang mengikuti pelatihan ranah menjahit. Dengan begitu, maka para pengangguran ini pun bisa mendapatkan keterampilan serta pekerjaan dengan lebih pasti. 
 
Tentunya dengan bekal keterampilan ini bertujuan untuk mendongkrak masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah Banjar untuk mendapatkan pekerjaan. Tentu saja program yang dikeluarkan oleh Disnaker ini,  tidak berhenti hingga tujuan itu saja. Dilansir dari harapanrakyat, misi selanjutnya adalah berupaya memberikan usulan kepada pemerintah provinsi agar upah yang diberikan pun sesuai dengan harapan. 
 
Peran Pemerintah Menjadi Penengah
Tentu saja program ini pun akan berjalan dengan lancar, dengan bantuan pemerintah yang memberikan pasokan dana. Pemerintah daerah pun berperan besar, untuk menjadi penengah antara serikat pekerja dengan pengusaha. Serikat pekerja pastinya meminta gaji tinggi, sedangkan pihak pengusaha sebaliknya. Disinilah peran pemerintah daerah diperlukan, sehingga menentukan berapa besaran UMK yang akan didapatkan oleh pekerja. 
 
Untuk kedepannya, pada tahun 2020 diharapkan sesuai dengan kesepakatan dengan berbagai elemen dan hasil kajian. Pihak Disnaker telah mengusulkan besaran UMK kepada Pemprov Jabar, yaitu sebanyak Rp 1,8 juta rupiah. Tentunya jumlah tersebut merupakan kenaikan dari UMK tahun 2019, dengan rentan kenaikannya sekitar Rp 200 ribu rupiah. 
 
Mencari pekerjaan memang menjadi hal yang paling ditakutkan masyarakat saat ini, memiliki pendidikan tinggi pun tidak bisa menjamin mendapat pekerjaan dengan cepat. Melihat banyaknya pengangguran di kota Banjar, sudah pasti Disnaker Banjar pun harus turun tangan dengan cepat. Tentunya seluruh program yang diberikan oleh pemerintah, akan mencapai tujuan apabila masyarakat juga ikut berusaha untuk mengembangkan dirinya sendiri.
Load disqus comments

0 komentar