Senin, 27 Mei 2019

Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui untuk Merawat Instalasi Listrik di Rumah

Harga Kabe Listrik

Selain desain interior dan eksterior yang perlu Anda pikirkan baik-baik dalam membangun rumah, pemasangan instalasi listrik yang benar juga perlu mendapatkan perhatian lebih mengingat listrik adalah salah satu aspek terpenting dalam sebuah hunian. Tidak akan terpikirkan bagaimana suramnya kehidupan dalam rumah tanpa adanya energi listrik yang terpasang. Namun begitu, instalasi listrik adalah salah satu dari beberapa hal yang paling beresiko mendatangkan bala bencana, sebut saja musibah kebakaran yang biasa disebabkan oleh arus pendek aliran listrik. Kebakaran rumah tidak hanya bisa membuat Anda kehilangan tempat tinggal, namun juga bisa membahayakan nyawa Anda dan anggota keluarga Anda.

Mengingat krusialnya pengetahuan mengenai pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik dan untuk menghindarkan diri dari resiko bahaya korsleting, maka ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam hal pemasangan dan pemeliharaan instalasi listrik di rumah. Hal ini meliputi pemilihan material listrik berkualitas tinggi, sampai perilaku sehari-hari dalam menggunakan energi listrik. Berikut ulasan lengkapnya.
1.    Pastikan Anda menggunakan material listrik yang telah terjamin kualitas dan kapasitasnya untuk instalasi listrik di rumah/bangunan Anda. Material berkualitas baik akan meminimalisir adanya resiko kerusakan pada instalasi listrik ataupun resiko korsleting. Namun, sebelum memilih material listrik yang berkualitas, Anda perlu terlebih dahulu untuk menimbang berbagai macam kualitas dan harga kabel listrik untuk dapat memperkirakan bujet yang harus Anda keluarkan sebelum memasang instalasi listrik di rumah Anda.

2.    Kabel listrik tersedia dalam berbagai macam ukuran, material isi, dan material pembungkus yang masing-masing mempengaruhi kapasitas/kemampuan menghantarkan arus yang berbeda beda. Kabel yang memiliki inti dengan diameter besar akan lebih mampu menghantarkan arus listrik yang lebih besar dibanding dengan kabel listrik yang lebih kecil, dengan demikian, penggunaan alat elektronik rumah tangga dengan tegangan yang tinggi sudah semestinya disesuaikan dengan jenis kabel yang digunakan untuk menghantarkan arus listriknya. Misal jenis pendingin udara dengan daya yang tinggi yang cukup tinggi harusnya disambungkan ke listrik menggunakan kabel yang tebal, sementara jenis peralatan elektronik dengan watt yang lebih kecil seperti lampu pijar, bisa menggunakan kabel yang lebih kecil. Selain itu, sesuaikan juga penggunaan total peralatan elektronik rumah tangga dengan kapasitas tegangan di instalasi listrik Anda.
3.    Hal lainnya yang dapat Anda lakukan untuk memelihara instalasi listrik rumah Anda tetap dalam kondisi baik adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi listrik masih layak untuk digunakan atau rehabilitasi dirasa sudah perlu untuk dilakukan.
4.    Selanjutnya, Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, rehabilitasi instalasi sangatlah direkomendasikan untuk menjaga instalasi listrik tetap dalam kondisi layak untuk dipergunakan dan juga untuk mencegah terjadinya hal-hal berbahaya yang dapat disebabkan oleh material instalasi listrik yang sudah usang. Material yang telah dipakai dalam jangka waktu yang lama akan sangat mudah putus dan lapuk, yang mana hal ini akan sangat berbahaya.
5.    Sebaiknya gunakan jasa instalator yang resmi terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia) jika ingin memasang, merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik
Selain tips untuk merawat instalasi listrik rumah Anda, di sini juga akan diulas beberapa tips bermanfaat yang dapat Anda aplikasikan untuk mencegah bahaya yang ditimbulkan oleh listrik.
1.    Gunakan pemutus arus listrik (Sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi.

2.    Bila perlu, gunakan ELCB (Earth Leakage Citcuit Breaker), GFI (Ground Fault Interrupter), atau RCD (residual-current device, yang merupakan jenis-jenis sirkuit pemutus hubungan arus pendek listrik. Elemen yang berfungsi untuk mendeteksi sekaligus menjadi pengaman adanya sebuah gangguan listrik seperti arus bocor sehingga dapat meminimalisir adanya akibat berbahaya dari hubungan pendek arus listrik. 

3.    Hindari menumpuk stopkontak pada satu sumber listrik karena dikhawatirkan sumber listrik utama tidak akan mampu menampung kebutuhan daya listrik setiap perangkat elektronik yang tersambung.

4.    Terkait instalasi listrik yang telah terpasang bertahun-tahun, periksa baik-baik kondisi kabel-kabel listrik yang terpasang di rumah Anda. Pastikan tidak ada kabel yang terkelupas atau terekspos keadaan luar.
5.    Perhatikan juga untuk menjauhkan peralatan kelistrikan di rumah dari jangkauan anak-anak. Peralatan kelistrikan ini meliputi stop kontak, saklar dan kabel-kabel listrik.

6.    Pakailah material listrik yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia) / LMK (Lembaga Masalah Kelistrikan) / SPLN (Standar PLN).

7.    Jangan biarkan material listrik yang dipasang di luar rumah Anda tersentuh apapun, terutama jika ada pepohononan tinggi di halaman rumah Anda. Pastikan untuk memangkas tanaman Anda sebelum menyentuh kabel-kabel listrik, dan jangan pasang antena terlalu tinggi sampai menyentuh pepohonan.

8.    Bila memerlukan pemasangan listrik di rumah daftarlah ke PLN, dan gunakan tenaga pemasang ahli. Jangan mencoba menyambung listrik dari sumber lain secara illegal.

9.    Terakhir  jangan mencjoba untuk mengutak-atik KWH Meter untuk memanipulasi tagihan listrik.
Nah, itulah tips-tips bermanfaat untuk memperhatikan dan merawat instalasi listrik di rumah Anda. Pastikan untuk selalu berhati-hati dengan segala hal yang menyangkut listrik dan hubungi jasa pemasang listrik profesional untuk menangani urusan kelistrikan di rumah Anda.
Load disqus comments

0 komentar